Sabtu, 27 Juni 2026

KUNCI JAWABAN SOAL SIMULASI CAT BKN 2026 PPPK

 SOAL SIMULASI BKN


Informasi Ujian
 Durasi60 menit
 Total Soal60 soal
 Passing Grade200.00
Materi Ujian
  •  Wawancara10 soal
  •  Sosial Kultural20 soal
  •  Manajerial30 soal

SOAL SIMULASI CAT BKN – MANAJERIAL

1. Seberapa pentingkah kekompakan tim bagi Anda?

A. Tidak terlalu penting karena yang terpenting adalah target tercapai.
B. Penting tapi bukan yang utama.
C. Biasa saja karena kita di dunia profesional tidak begitu perlu kedekatan.
D. Cukup penting karena merupakan dorongan untuk mencapai tujuan.
E. Penting tapi yang utama adalah target.

2. Dengan dana terbatas Anda diminta oleh atasan untuk mengadakan kegiatan di kantor. Beberapa pendahulu Anda tidak terlalu sukses melaksanakan kegiatan tersebut karena adanya right budget policy. Reaksi Anda ketika menerima tugas tersebut adalah...

A. Menolak tugas tersebut karena dirasa mustahil untuk dilaksanakan.
B. Menerima tugas tersebut dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi.
C. Menolak tugas dengan mengemukakan kekurangan diri dan meminta atasan menugaskan orang lain.
D. Menerima tugas tersebut kemudian mengajak rekan-rekan kerja untuk mendiskusikan berbagai alternatif cara menyelesaikan tugas tersebut.
E. Menerima tugas tersebut kemudian mencoba menyelesaikannya sendiri.

3. Anda baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana di sebuah universitas luar negeri. Setelah lulus Anda ingin membuka usaha sendiri di bidang properti. Namun keluarga tidak memberikan dukungan dan meminta Anda melamar pekerjaan di perusahaan. Sementara Anda lebih menyukai pekerjaan yang bebas, tidak rutin, dan sesuai minat. Sikap Anda adalah...

A. Mengikuti saran orang tua dan mengurungkan niat berwirausaha.
B. Meminta orang tua mau mendukung keinginan Anda.
C. Meyakinkan orang tua bahwa Anda bisa sukses dengan berwirausaha.
D. Tetap fokus dengan keinginan karena Anda menyukainya dan sesuai passion.
E. Memantapkan diri sendiri dan fokus mengelola bisnis dengan baik.

4. Pimpinan kantor menggelar rapat kerja untuk membahas penyusunan rencana kerja anggaran tahun depan. Setiap pegawai diharapkan mempersiapkan usulan kegiatan. Respons Anda adalah...

A. Berminat mengajukan suatu ide kegiatan yang akan dilaksanakan meskipun belum tentu diterima.
B. Tidak berminat sama sekali mengajukan ide kegiatan.
C. Akan mengajukan ide kegiatan jika diminta pimpinan.
D. Mungkin berminat mengajukan ide, tergantung situasi dan kondisi.
E. Ragu-ragu mengajukan ide karena akan kecewa jika tidak diterima.

5. Perusahaan tempat Anda bekerja mengalami penurunan karena atasan yang baru sangat kaku dan kurang memahami kondisi pasar. Sementara Anda memahami kondisi pasar dan strategi peningkatan target. Apa tindakan Anda?

A. Seharusnya atasan lebih terbuka dan menerima semua masukan dari tim.
B. Mengajukan ide secara pribadi serta mengemukakan kemampuan dan strategi untuk memperbaiki kinerja perusahaan.
C. Mengajak atasan dan seluruh tim mengatur jadwal diskusi secara rutin untuk bertukar pendapat.
D. Membiarkan saja karena sebagai atasan dia harus mampu mengoordinasikan tim dan memiliki strategi sendiri.
E. Sepakat dengan tim yang lain untuk bersikap biasa saja karena semua anggota juga tahu sifatnya yang kaku.

6. Hampir semua pegawai di instansi Anda meminta uang tanda terima kasih atas pengurusan surat izin tertentu. Padahal menurut peraturan hal tersebut tidak diperbolehkan. Sikap Anda adalah...

A. Ikut melakukannya karena rekan-rekan kantor juga melakukannya.
B. Melakukannya hanya jika terpaksa membutuhkan uang tambahan.
C. Terkadang saja melakukan hal tersebut.
D. Berusaha semampunya untuk tidak melakukannya.
E. Tidak ingin melakukannya sama sekali.

7. Jika bekerja adalah upaya untuk meraih kesuksesan, Anda akan...

A. Bekerja dengan disiplin dan selalu berusaha memberikan yang terbaik.
B. Berusaha menyingkirkan orang-orang yang menghalangi upaya Anda.
C. Bekerja keras membanting tulang.
D. Bekerja lembur sampai malam.
E. Bekerja sesuai porsi dan seperlunya saja.

8. Anda mendapatkan promosi jabatan yang sangat Anda idam-idamkan. Sikap Anda adalah...

A. Berusaha mengendalikan kebanggaan dan kebahagiaan diri serta keluarga.
B. Sulit menahan diri untuk tidak bangga sehingga semua orang harus tahu.
C. Merasa bangga dan bahagia serta mengadakan syukuran dengan keluarga.
D. Merasa bangga dan bahagia atas diri sendiri.
E. Merasa bangga dan bahagia serta menyuruh keluarga mengadakan syukuran.

9. Saya baru saja dimutasikan ke unit lain yang sama sekali baru bagi saya. Sikap saya adalah...

A. Berusaha mempelajari dan memahami mekanisme kerja unit melalui rekan sejawat.
B. Berusaha memahami mekanisme kerja unit melalui arsip dan aturan kebijakan.
C. Duduk-duduk saja sambil menunggu perintah atasan.
D. Mengamati proses pekerjaan yang dilakukan rekan sejawat.
E. Mengamati proses pekerjaan yang dilakukan rekan satu tim.

10. Apakah Anda menunjukkan inisiatif dan berusaha mengejar prestasi kerja?

A. Saya selalu menunjukkan inisiatif dalam bekerja.
B. Terkadang jika terpikir ide maka saya akan berinisiatif.
C. Tergantung keadaan dan kondisi saya.
D. Saya tidak pernah berinisiatif tetapi selalu mengerjakan tugas dengan baik.
E. Saya kadang berinisiatif jika diperlukan.

11. Anda merupakan karyawan baru pada sebuah perusahaan. Karena masih dalam masa percobaan, gaji yang diberikan biasanya sangat pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari. Belum lagi setiap minggunya pacar Anda sering mengajak menonton. Kondisi ini diperburuk karena Anda termasuk orang yang lumayan boros sehingga pengeluaran sering lebih besar daripada pemasukan. Sikap Anda adalah...

A. Berusaha sekuat tenaga berhemat agar gaji cukup setiap bulan.
B. Mengurangi aktivitas menonton bersama pacar dan lebih banyak menonton televisi.
C. Menghemat pengeluaran dan membeli hal yang dibutuhkan saja.
D. Membuat perencanaan untuk mengontrol keuangan.
E. Berhemat dan menabung setiap habis gajian.

12. Menurut saya, orang yang kehilangan kesempatan mengembangkan usahanya lebih disebabkan oleh...

A. Bertahan pada cara yang telah ada.
B. Berpikir mencoba usaha lain.
C. Menunda ketika melihat risikonya.
D. Bertahan pada cara yang tidak praktis.
E. Mundur begitu melihat risikonya.

13. Apakah Anda sebagai seorang pemimpin mendelegasikan tugas kepada staf Anda?

A. Saya mendelegasikan semua tugas kepada staf dan saya hanya sebagai pengontrol.
B. Saya mendelegasikan sebagian tugas kepada staf dan sebagian saya kerjakan sendiri.
C. Saya mendelegasikan tugas biasa kepada staf dan tugas penting saya kerjakan sendiri.
D. Saya mendelegasikan sebagian kecil tugas kepada staf.
E. Saya mendelegasikan sebagian besar tugas kepada staf.

14. Saat ulang tahun pimpinan kantor, teman-teman satu ruangan berencana memberikan pesta kejutan, tetapi kekurangan dana. Mereka mengusulkan mengambil dana pembiayaan rapat. Sikap Anda adalah...

A. Tidak apa-apa asalkan sedikit.
B. Menolak rencana ini.
C. Mengimbau agar patungan saja.
D. Tidak ikut-ikutan.
E. Memakai dana sponsor.

15. Teman Anda berbuat curang ketika sedang melaksanakan ujian semester. Sikap Anda adalah...

A. Biasa saja karena itu hal yang lumrah.
B. Menegurnya secara langsung saat ujian.
C. Diam saja karena juga ikut melakukannya.
D. Melaporkannya kepada teman-teman yang lain.
E. Mengingatkannya dan tidak ingin terlibat dalam perbuatan curang tersebut.

16. Anda mengetahui kantor Anda sedang melakukan penilaian untuk mencari pegawai teladan, maka Anda....

A. Memperbaiki kinerja Anda.
B. Bertingkah sebaik-baiknya kepada tim penilai.
C. Mengabaikan hal tersebut.
D. Bersikap ramah dengan tim penilai.
E. Bersikap biasa saja karena Anda bukan orang yang munafik.

17. Apakah Anda bersikeras agar orang lain melakukan pembagian tugas secara adil?

A. Tergantung hal tersebut dapat ditoleransi atau tidak.
B. Jelas, karena keadilan adalah utama dan mutlak.
C. Tidak masalah jika kedua pihak puas walaupun bukan dalam posisi adil.
D. Tidak masalah walaupun tidak adil, proporsinya cukup dan dapat berjalan dengan baik.
E. Jelas, karena keadilan adalah yang utama.

18. Ide-ide yang saya kemukakan di hadapan orang banyak biasanya dianggap sebagai gagasan yang....

A. Umum.
B. Jauh ke depan.
C. Biasa saja.
D. Besar.
E. Usang.

19. Apa yang Anda lakukan dalam sebuah diskusi dengan kelompok kecil teman-teman Anda di kantor?

A. Saya selalu aktif berpendapat dan mengarahkan teman-teman untuk aktif juga.
B. Jika perlu bicara maka saya ungkapkan, jika tidak maka saya cukup mendengar.
C. Saya menjadi pengamat sejenak kemudian aktif berpendapat.
D. Saya lebih banyak diam dan berbicara sekedarnya.
E. Saya aktif berpendapat dan mengarahkan teman-teman untuk mengikuti pendapat saya.

20. Sebagai ketua tim, Anda memiliki informasi terbaru yang berkaitan dengan pekerjaan yang dibebankan kepada Anda. Apa yang akan Anda lakukan?

A. Membagi informasi tersebut saat diperlukan kelompok.
B. Membagi informasi tersebut kepada semua anggota kelompok.
C. Membagi informasi tersebut hanya kepada anggota kelompok yang dipercaya.
D. Membagi informasi tersebut kepada atasan saja.
E. Menginformasikan kepada atasan saja.

21. Apakah Anda merasa sulit meminta tolong kepada seorang teman untuk melakukan sesuatu untuk Anda?

A. Merasa sulit karena tidak ingin memberatkan orang lain atas tugas saya.
B. Jika dalam kondisi benar-benar mendesak maka saya akan meminta tolong pada orang lain.
C. Tergantung situasi dan urgensi, terkadang saya meminta tolong, terkadang tidak jika tidak dibutuhkan.
D. Jarang meminta tolong karena tugas tersebut sudah menjadi tanggung jawab saya.
E. Selalu meminta tolong meskipun tugas tersebut sudah menjadi tanggung jawab saya.

22. Karena lembur kerja kemarin, siang ini Anda merasa sangat mengantuk dan pekerjaan tidak ada yang selesai karena tidak fokus. Sebaiknya Anda....

A. Segera tidur siang.
B. Segera istirahat sejenak.
C. Meminta izin atasan untuk istirahat sejenak.
D. Meminta teman untuk memijat.
E. Segera ke mushola untuk tidur.

23. Bagaimana pendapat Anda tentang pencapaian target tim dan target individu?

A. Target individu tercapai, maka target tim akan tercapai.
B. Target tim utama, meskipun target individu tidak tercapai.
C. Sebisa mungkin kedua target tercapai meskipun tidak bisa mencapai 100%.
D. Mencapai target tim dulu lalu menyelesaikan target individu.
E. Hanya mendahulukan target tim, jika waktu cukup baru mengerjakan target individu.

24. Anda merasa anggota kelompok Anda kurang kompak satu sama lain. Apa yang Anda lakukan?

A. Mendiskusikan hal ini dengan salah satu anggota tim yang nyambung saja.
B. Mengeluhkan pada teman yang Anda percaya.
C. Mencoba membuat kegiatan yang dapat mengakrabkan sesama anggota.
D. Membuat kegiatan yang dapat mengakrabkan sesama anggota dengan melibatkan keluarga.
E. Melakukan pendekatan personal kepada setiap anggota agar masing-masing anggota bisa saling memahami.

25. Saya berhasil mengatasi tantangan terutama karena saya....

A. Mendapat bantuan dari teman.
B. Berani mencoba hal-hal yang tidak berisiko.
C. Berani mencoba dengan segala risiko.
D. Tidak putus asa menghadapi kegagalan.
E. Selalu mendapat bantuan dari teman.

26. Ketika sedang diminta pimpinan untuk bekerja lembur, tiba-tiba ada telepon dari rumah yang memberi tahu bahwa anak sedang sakit. Sikap Anda....

A. Segera kembali ke rumah.
B. Menyelesaikan pekerjaan kantor sambil memantau lewat handphone.
C. Meminta istri untuk bersabar.
D. Melihat dulu kondisinya, apabila sakit parah segera kembali ke rumah.
E. Sudah ada istri dan pembantu di rumah.

27. Anda menyukai fotografi. Suatu ketika, kantor Anda mengadakan lomba fotografi. Yang Anda lakukan adalah....

A. Mengikuti kompetisi tersebut hanya bila yakin menang.
B. Berusaha mengalahkan pesaing Anda dengan cara yang tidak sehat.
C. Tidak mengikutinya karena takut kalah.
D. Mempelajari teknik terbaru fotografi dan berusaha memberikan yang terbaik.
E. Mempengaruhi rekan yang lain agar tidak mengikuti lomba.

28. Jika saya sedang mengerjakan sesuatu, kondisi yang dapat mendukung saya bekerja optimal adalah....

A. Kondisi tenang dan santai.
B. Saat tidak ada seorang pun dalam ruangan.
C. Dengan ruangan nyaman dan dingin.
D. Apa pun kondisinya saya mencoba fokus.
E. Saya menggunakan pikiran saya agar fokus pada pekerjaan, bukan masalah tempat.

29. Atasan Anda menetapkan target tugas harus selesai pada tanggal 30 bulan ini, maka....

A. Anda akan menyelesaikannya tepat pada tanggal 30.
B. Kalau tugas lain menumpuk, Anda akan meminta izin menyelesaikannya satu atau dua hari setelah tenggat waktu.
C. Anda mencoba menyelesaikannya pada tanggal 29 jika memungkinkan.
D. Anda meminta tolong rekan lain agar tidak terlambat dari tenggat waktu.
E. Anda menegosiasikan tenggat waktu yang ditetapkan atasan agar tidak terlalu memberatkan.

30. Untuk mencapai tujuan kelompok yang telah ditetapkan saya....

A. Tidak mempermasalahkan apakah orang lain mau bekerja dengan baik atau tidak.
B. Mendorong orang lain untuk bekerja dengan baik jika situasi memungkinkan.
C. Mendorong orang lain bekerja dengan baik jika diperlukan.
D. Menstimulasi orang lain untuk mau bekerja dengan baik.
E. Mengajak orang lain bersama-sama untuk bekerja dengan baik.

SOAL SIMULASI CAT BKN – SOSIAL KULTURAL

31. Jika Anda sedang memiliki banyak pekerjaan dan atasan Anda memberi pekerjaan yang baru lagi kepada Anda padahal pekerjaan sebelumnya belum Anda selesaikan, maka Anda....

A. Menerimanya dan mengatakan bahwa pekerjaan sebelumnya belum selesai.
B. Menerimanya dan meminta rekan kerja Anda untuk menyelesaikannya.
C. Memintanya untuk memberikan pekerjaan tersebut kepada rekan Anda yang lain.
D. Menolaknya, karena Anda sudah memiliki banyak pekerjaan.
E. Menolaknya, karena Anda ingin memberikan pekerjaan juga kepada rekan Anda yang lain.

32. Sebagai seorang calon ASN kita dituntut untuk cermat dalam bermedia sosial. Di era milenial sekarang ini marak berita dan informasi hoaks di media sosial yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga membuat banyak orang mudah terprovokasi dan berdebat. Sikap Anda mengatasi hal ini adalah....

A. Membatasi penggunaan media sosial yang penting-penting saja.
B. Mengenali sumber berita akurat atau tidaknya.
C. Mengenali dari judul berita yang terkadang terkesan provokatif.
D. Membacanya saja, kemudian tidak mengambil pusing informasi tersebut.
E. Membaca keseluruhan informasi secara lengkap.

33. Saya menggunakan kendaraan dinas tanpa sepengetahuan kepala kendaraan pada hari libur. Secara tidak sengaja saya menabrakkan kendaraan tersebut. Tindakan saya adalah....

A. Diam-diam menyimpan kendaraan tersebut karena tidak seorang pegawai pun yang tahu kalau saya menggunakannya.
B. Membawa kendaraan tersebut ke bengkel, melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan serta menyerahkan segala keputusan kepada pimpinan.
C. Mencoba memperbaiki sendiri kendaraan tersebut.
D. Melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan siap menerima hukuman atau petunjuk dari pimpinan.
E. Membawanya ke bengkel dengan biaya pribadi dan mengembalikannya dengan diam-diam.

34. Suatu hari Anda berlibur ke kampung sahabat Anda yang berbeda latar belakang agama dan budaya. Sahabat Anda mengajak mampir ke salah satu warung makan dan memesan makanan kesukaannya, tetapi makanan tersebut terlarang (haram) bagi Anda. Bagaimana sikap Anda?

A. Ikut memakan sebagai wujud toleransi beragama.
B. Tidak memakannya, kemudian mengajaknya berbincang tentang keistimewaan makanan itu.
C. Tidak memakannya, kemudian menanyakan hal lain tentang adat dan kebudayaan di kampungnya agar lebih memahami kebiasaan-kebiasaannya.
D. Tidak ikut memakannya serta tidak berkomentar agar sahabat Anda tidak tersinggung.
E. Ikut mencicipinya sebagai wujud penghargaan dan pengamalan Bhinneka Tunggal Ika.

35. Anda kedatangan tamu dari kantor cabang yang membutuhkan bantuan Anda. Pada saat bersamaan Anda harus pulang karena telah berjanji untuk makan malam di rumah. Tindakan yang akan Anda lakukan adalah....

A. Mengajak tamu Anda untuk makan bersama di kantor.
B. Menunda acara makan bersama keluarga.
C. Menyelesaikan urusan dengan tamu, lalu menepati janji makan malam bersama keluarga.
D. Meminta maaf kepada tamu karena tidak dapat membantu.
E. Mengutus rekan Anda yang lain untuk bertemu dengan tamu.

36. Saya baru saja pindah ke lingkungan yang baru dan ingin mengadakan syukuran dengan mengundang pentas musik. Seorang tetangga mengingatkan saya bahwa budaya di lingkungan tersebut menganggap pentas musik adalah sesuatu yang kurang baik. Yang saya lakukan adalah....

A. Mengganti acara dengan yang lebih cocok untuk lingkungan tersebut.
B. Tetap mengadakan pentas musik seperti rencana semula.
C. Membatalkan dan tidak jadi mengadakan acara.
D. Tetap mengadakan pentas musik dengan pengisi acara yang disesuaikan dengan selera lingkungan sekitar.
E. Berkomunikasi dengan keluarga untuk mencari solusi permasalahan.

37. Saat ini banyak pertikaian karena perbedaan pandangan antaragama, suku, kelompok, dan golongan yang tidak mencerminkan nilai Pancasila. Anda adalah pengajar di sekolah dasar dan dimintai pendapat agar nilai-nilai Pancasila dapat diterima anak usia SD dengan baik. Usulan Anda adalah....

A. Memberikan contoh sikap-sikap yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
B. Mengajak dan melatih siswa membudayakan 3S (senyum, sapa, salam).
C. Melatih siswa untuk rajin beribadah.
D. Mengajarkan melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila atau Pendidikan Kewarganegaraan.
E. Menanamkan disiplin kepada siswa melalui berbagai cara.

38. Dari sekian pegawai di kantor, saya merasa beban tugas terberat ada pada saya dan saya merasa stres karena dikejar-kejar tenggat waktu. Respons saya adalah....

A. Mengerjakan semua tugas dengan senang hati dan berusaha memenuhi target tenggat waktu.
B. Hanya mengerjakan tugas yang saya senangi.
C. Mengonsumsi obat suplemen agar mendongkrak tenaga saya untuk menyelesaikan semua tugas.
D. Mengerjakan semua tugas dengan baik meskipun sangat terbebani.
E. Mengerjakan semua tugas setengah-setengah saja, yang penting sudah dianggap bertanggung jawab.

39. Suatu hari Anda menginap di rumah salah seorang keluarga Anda. Keluarga Anda kemudian menghidangkan sebuah makanan yang tidak Anda sukai. Maka Anda....

A. Jujur dan tidak makan.
B. Makan dengan garam dan minyak goreng saja.
C. Mengatakan bahwa Anda sudah kenyang.
D. Makan saja untuk menghormati tuan rumah.
E. Makan nasinya saja tanpa menyentuh hidangan tersebut.

40. Pada saat rapat, rekan Anda lupa membawa proposal yang akan ditunjukkan. Sikap Anda adalah....

A. Memarahinya karena memperlambat jadwal.
B. Memintanya untuk mengambil proposal yang tertinggal.
C. Membatalkan kerja sama.
D. Menjadwal ulang rapat.
E. Mengirimkan proposal lewat kurir sehingga dapat menghemat waktu.

41. Anda sedang melakukan diskusi dengan rekan kerja. Ketika diskusi berlangsung, seorang rekan mengusulkan sebuah ide yang menurutnya sangat baik, tetapi menurut Anda ide tersebut berisiko besar. Saat Anda memberikan tanggapan, rekan tersebut tidak menanggapinya dengan baik dan seolah tidak mau gagasannya disanggah. Sikap Anda adalah....

A. Diam saja dan mengikuti semua gagasannya demi menghindari konflik.
B. Memintanya memberikan gagasan yang lebih realistis dan risikonya kecil.
C. Mengajaknya berbicara santai dan kembali fokus pada tujuan awal.
D. Memintanya untuk memikirkan kembali gagasan yang diusulkan.
E. Keluar dari ruang diskusi dan memberitahukannya kepada atasan.

42. Kawan Anda memiliki istri yang akan melahirkan dan tidak memiliki biaya rumah sakit sehingga meminjam uang kepada Anda. Padahal uang Anda hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Maka Anda....

A. Meminta maaf dan mengatakan yang sebenarnya bahwa Anda tidak punya uang untuk dipinjamkan.
B. Meminjamkan sisa uang yang sedikit tersebut.
C. Menolak meminjamkan uang karena hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
D. Memberikan solusi dengan membantunya meminjam uang dari kawan lain.
E. Menyarankan agar dia meminjam dari orang lain.

43. Teman Anda tidak bisa datang ke kantor karena rumah dan akses jalan menuju kantor banjir serta tidak ada transportasi yang melintas. Kebetulan rumah Anda tidak jauh dari rumah teman tersebut. Yang Anda lakukan adalah....

A. Menjemputnya dan berangkat bersama-sama ke kantor.
B. Langsung berangkat ke kantor karena takut terlambat.
C. Menelepon teman Anda untuk menanyakan kabarnya.
D. Memintanya tetap berangkat ke kantor meskipun harus berjalan kaki.
E. Menghampirinya untuk menanyakan apakah ada tugas atau dokumen penting yang harus dibawa ke kantor.

44. Saya diutus mengikuti suatu diklat. Oleh panitia penyelenggara saya ditempatkan sekamar dengan orang yang tidak saya kenal dan berasal dari kota lain. Sikap saya adalah....

A. Mengajukan keberatan tetapi akhirnya menerima aturan panitia.
B. Protes keras dan meminta ditempatkan sendiri.
C. Mengajukan keberatan dan meminta ditempatkan dengan orang yang dikenal.
D. Menerima aturan panitia dan berusaha mengenal serta memahami teman sekamar.
E. Menerima aturan panitia.

45. Saat Anda sampai di kantor, atasan tengah memarahi staf. Apa yang akan Anda lakukan?

A. Menanyakan permasalahan kepada bawahan.
B. Menemui atasan untuk mengetahui permasalahan.
C. Mempertemukan atasan dan staf dalam sebuah pertemuan.
D. Mencari tahu permasalahan dan menentukan siapa yang salah dan benar.
E. Pura-pura tidak tahu-menahu.

SOAL SIMULASI CAT BKN – SOSIAL KULTURAL & WAWANCARA

46. Ketika banyak anggota tim kerja Anda yang berbeda agama dengan Anda, maka Anda akan....

A. Bersikap toleran dan menghormati mereka.
B. Menjaga jarak dengan mereka.
C. Waspada dalam bersikap.
D. Khawatir jika ucapan Anda dapat menyinggung mereka.
E. Meminta atasan untuk memindahkan Anda ke tim kerja yang lain saja.

47. Suatu hari Anda sedang rapat bersama para pimpinan. Salah seorang pimpinan mengeluarkan pendapatnya, namun Anda tidak setuju dengan pendapat tersebut. Maka Anda akan....

A. Langsung mengeluarkan pendapat Anda juga walaupun ia pimpinan.
B. Menutup mulut karena tidak mau membantah pimpinan.
C. Mengiyakan saja untuk menyetujui pendapat pimpinan.
D. Meninggalkan ruangan rapat karena Anda geram dengan pimpinan Anda.
E. Biasa saja karena hal tersebut sudah sering terjadi.

48. Di kantor Anda terdapat karyawan baru. Karyawan baru tersebut ternyata tidak bersikap baik dan tidak peduli dengan rekan kerja yang lainnya. Maka sikap Anda adalah....

A. Hal itu sudah menjadi tanggung jawab atasan.
B. Saya akan melaporkan kepada pihak SDM.
C. Saya pun tidak mau bersikap baik dan tidak peduli terhadapnya.
D. Saya mengingatkannya dengan baik-baik agar bersikap ramah kepada rekan yang lain.
E. Saya tidak ambil pusing karena itu bukan bagian dari urusan saya.

49. Ketika berhadapan dengan seseorang yang banyak omongnya, maka Anda akan....

A. Diam saja.
B. Ikut banyak omong juga.
C. Marah dan menyuruhnya bekerja saja.
D. Menyuruhnya membuktikan omong besarnya saja.
E. Tidak peduli dengan yang dia katakan.

50. Setiap tahun atasan Anda mengajukan cuti untuk kegiatan keagamaan dan melimpahkan pekerjaannya kepada Anda. Bagaimanakah sikap Anda?

A. Menanyakan kepada bagian kepegawaian apakah limpahan pekerjaan atasan menjadi keharusan untuk Anda.
B. Menanyakan kepada atasan tentang kegiatan keagamaan tersebut, lalu mengucapkan selamat menunaikan ibadah.
C. Bertanya kepada rekan-rekan dan mencari literatur tentang kegiatan keagamaan yang dilakukan atasan.
D. Biasa saja karena atasan memang biasa begitu.
E. Membantu pekerjaan atasan tersebut karena bisa jadi saat Anda cuti, Anda juga melimpahkan pekerjaan kepada atasan.


WAWANCARA

51. Apa yang dapat Anda berikan kepada kami yang tidak dapat diberikan oleh orang lain?

A. Saya akan tetap bekerja walaupun gajinya kecil.
B. Saya jujur dan dapat dipercaya.
C. Saya disiplin dan pekerja keras.
D. Saya tidak pernah melawan perintah atasan.
E. -

52. Apakah Anda pernah merasa gagal?

A. Saya gagal setiap kali saya tidak menguasai hal yang saya kerjakan.
B. Dalam ujian ini saya merasa akan gagal karena peserta lainnya terlihat hebat.
C. Pernah, namun saya belajar dari kesalahan yang saya buat, lalu mencobanya kembali.
D. Saya merasa gagal setiap hari karena belum bisa mempunyai pekerjaan tetap.
E. -

53. Apa visi dan tujuan Anda beberapa tahun ke depan?

A. Menjadi ASN yang profesional dan ahli pada bidang yang saya kerjakan.
B. Sudah resign dan bekerja pada perusahaan multinasional.
C. Memiliki jabatan yang lebih tinggi dibandingkan teman seangkatan saya.
D. Menjadi kepala bidang di kantor saya.
E. -

54. Apabila Anda berada pada kondisi dipaksa untuk menerima suap, apa yang akan Anda lakukan?

A. Menerima dan segera melaporkannya kepada pihak yang berwenang di dalam organisasi.
B. Menerimanya dan memberikannya kepada panti asuhan sebagai sumbangan.
C. Menolak jika bentuk paksaannya tidak membahayakan keselamatan jiwa.
D. Menerima saja dan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa.
E. -

55. Bagaimana cara Anda dalam menyelesaikan suatu pekerjaan?

A. Harus menyelesaikan suatu pekerjaan sampai tuntas baru bisa mengerjakan yang lainnya.
B. Menunggu sampai waktu tenggatnya sudah dekat.
C. Langsung menyelesaikan segera setelah ditugaskan supaya saya punya waktu untuk mengecek ulang hasil pekerjaan saya.
D. Menyelesaikan pekerjaan dengan cepat tanpa memperhatikan kualitasnya.
E. -

56. Apa yang Anda lakukan saat Anda merasa buntu dalam menghadapi suatu masalah?

A. Istirahat sejenak dan menenangkan pikiran.
B. Meminta masukan dari rekan kerja atau komunitas yang sebidang dengan saya.
C. Melupakannya dan mengerjakan pekerjaan lainnya.
D. Membayar rekan kerja untuk menyelesaikannya.
E. -

57. Apa arti bekerja untuk Anda?

A. Mendapatkan uang untuk keberlangsungan hidup sehari-hari.
B. Sebagai sarana mencari nafkah agar tidak menjadi beban bagi orang lain.
C. Agar tidak malu jika menjadi pengangguran.
D. Sebagai ruang untuk berkarya dan mengembangkan diri.
E. -

58. Saat diterima nanti, hal apa yang menjadi prioritas Anda?

A. Menguasai dan menjadi ahli pada bidang yang saya kerjakan.
B. Mulai merancang bisnis sampingan sesuai dengan modal dari gaji yang saya terima.
C. Mengenal rekan-rekan kerja yang ada di kantor.
D. Mempelajari budaya dan menjelajahi daerah penempatan saya.
E. -

59. Apa prinsip yang Anda punya dalam bekerja di jabatan ASN ini?

A. Bekerja biasa saja karena gajinya juga tidak berubah.
B. Saya akan menjadi pimpinan kantor suatu saat nanti.
C. Saya hanya akan bekerja sesuai dengan standar saja.
D. Saya akan menjadi ASN yang profesional di bidang yang saya kerjakan.
E. -

60. Jika Anda diterima menjadi ASN, berapa lama Anda akan berbakti di lembaga pemerintahan ini?

A. Bila suatu saat saya mendapatkan pilihan yang lebih baik untuk hidup saya, mungkin saya akan meninggalkan pekerjaan ASN.
B. Jika ada yang menawarkan pekerjaan yang gajinya lebih tinggi, saya akan langsung resign.
C. Bekerja hingga masa pensiun, walaupun saya punya pekerjaan sampingan yang juga menjanjikan.
D. Jika ada program penambahan masa kerja sebelum pensiun, maka saya akan ikut.
E. -


PEMBAHASAN


NoJawabanAlasan Singkat
1DKekompakan tim penting sebagai pendorong tercapainya tujuan organisasi.
2DMenerima tugas lalu berdiskusi mencari solusi bersama menunjukkan kolaborasi dan problem solving.
3EMantap dengan pilihan karier dan fokus mengelola usaha menunjukkan keyakinan serta tanggung jawab.
4ABerinisiatif memberikan usulan walaupun belum tentu diterima.
5CMengajak atasan dan tim berdiskusi merupakan solusi paling profesional.
6EMenolak gratifikasi dalam bentuk apa pun sesuai integritas ASN.
7ADisiplin dan selalu memberikan yang terbaik adalah indikator prestasi kerja.
8AMampu mengendalikan rasa bangga dan tetap rendah hati.
9AAktif mempelajari mekanisme kerja melalui rekan sekaligus beradaptasi.
10ASelalu menunjukkan inisiatif merupakan nilai tertinggi.
11DMembuat perencanaan keuangan adalah solusi paling efektif dan berkelanjutan.
12ATidak mau berubah/bertahan pada cara lama membuat usaha sulit berkembang.
13BMendelegasikan sebagian tugas sambil tetap bertanggung jawab sebagai pemimpin.
14CMengusulkan patungan, bukan menggunakan dana kantor yang tidak semestinya.
15EMengingatkan teman dan tidak ikut melakukan kecurangan menunjukkan integritas.

No.JawabanAlasan
16AMemperbaiki kinerja secara nyata, bukan sekadar mencari perhatian tim penilai.
17BMenjunjung tinggi keadilan dalam pembagian tugas.
18BMenunjukkan kemampuan berpikir visioner dan inovatif.
19AAktif berdiskusi sekaligus mendorong partisipasi anggota lain.
20BPemimpin yang baik membagikan informasi kepada seluruh anggota tim.
21BMandiri, tetapi tetap mau meminta bantuan ketika benar-benar diperlukan.
22CTetap profesional dengan meminta izin atasan sebelum beristirahat.
23CBerusaha mencapai target tim dan target individu secara seimbang.
24EPendekatan personal lebih efektif membangun kekompakan tim.
25DPantang menyerah merupakan karakter ASN yang diharapkan.
26DMenilai tingkat kedaruratan terlebih dahulu, lalu mengambil keputusan yang tepat.
27DMengembangkan kemampuan dan berkompetisi secara sehat.
28EMampu tetap fokus tanpa bergantung pada kondisi lingkungan.
29CBerusaha menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari tenggat waktu.
30EMengajak seluruh anggota bekerja bersama demi tujuan tim.

Sabtu, 22 November 2025

Tebak Tebakan lucu

1. Jamu apa yang jika diminum dapat merusak badan?
Jawab: Jamuran.
Dokter apa yang tidak boleh jatuh cinta kepada pasiennya sendiri?
Jawab: Dokter Hewan.
Zat apa yang paling berat?
Jawab: Zat Besi.
. Arwah apa yang paling jago marketing?
Jawab: Arwah Pemasaran
Jika pohon kelapa disilang dengan pohon singkong maka akan menjadi?
Jawab: Gethuk lindri / Getuk Goreng.

Tahu apa yang paling besar di Indonesia?

tahu isi sumedang

Gimana caranya menghilangkan bau setelah makan pete?

makan jengkol

Lolly-lolly apa yang muanisss banget?

lo liatin aja gw tiap hari
Sebutkan satu kalimat yang jika dibaca baik dari kiri maupun kanan tetap sama!
=> Kasur ini rusak
. Ada nggak orang yang cukur rambut tiap hari tapi nggak botak-botak?
=> Ada, tukang cukur.
Panci apa yang gagangnya sampe 1 meter?
=> Pancingan ikan.
Apa persamaan tukang sate dan tukang soto?
=> Sama-sama nggak jual mie ayam.
Hewan apa yang matanya, mulutnya, hidungnya dikaki?
=> Kodok keinjek.
Berapa jumlah belokan dari Jakarta sampai Semarang?
=> Hanya 2, belok kiri dan belok kanan.
 Lampu apa yang kalo dipecahin keluar orang?
=> Lampu tetangga.

Selasa, 14 Oktober 2025

Link Belanja Skinker Viral 2025

 ✨SKINCARE VIRAL 2025✨  

Dikira mahal, ternyata banyak yang under 50k!!  Klik link di bio buat belanja langsung 🛒  

#skincareviral #skincareremaja #recommendedskincare

Tahun 2025 ini, semakin banyak skincare yang viral karena hasilnya nyata dan harganya tetap ramah di kantong. Buat kamu yang ingin mulai rawat kulit atau upgrade skincare routine, aku sudah rangkum produk-produk favorit yang paling sering muncul di FYP dan direkomendasikan banyak beauty creator. Tenang, semua produknya aman, gampang dicari, dan pastinya ada link belanjanya juga!

Rekomendasi Skincare Viral 2025:

1️⃣ Facial Cleanser – Somethinc Low pH
Membersihkan kulit tanpa bikin kering, aman untuk kulit sensitif.
🛒 Link: https://shopee.co.id/somethinc-cleanser

2️⃣ Toner – Hanasui Power Serum Toner
Mencerahkan, melembapkan, dan bikin kulit siap menyerap skincare berikutnya.
🛒 Link: https://shopee.co.id/hanasui-toner 

3️⃣ Serum – Base Skin Brightening Serum
Serum ringan yang bantu glowing dan meratakan warna kulit.
🛒 Link: https://shopee.co.id/base-skin-serum 

4️⃣ Moisturizer – Skintific 5X Ceramide
Tekstur lembut, cepat menyerap, menjaga skin barrier tetap kuat.
🛒 Link: https://shopee.co.id/skintific-ceramide 

5️⃣ Sunscreen – Azarine Hydramax / Wardah UV Shield
Favorit semua orang! No whitecast dan cocok untuk aktivitas harian.
🛒 Azarine: https://shopee.co.id/azarine-sunscreen
🛒 Wardah: https://shopee.co.id/wardah-sunscreen


Semua produk ini bisa jadi basic skincare routine yang simple tapi efektif. Nggak perlu bingung cari di mana, link belanja lengkap sudah aku siapin—cek out ya! Yuk mulai rawat kulit dari sekarang, karena glowing itu investasi masa depan ✨

#Skincare2025 #SkincareViral #LinkBelanja
#PerawatanWajah #SkincareRemaja #GlowingSkin
#SkincareMurah #FYPBeauty #ReviewSkincare


Jumat, 12 Juli 2024

Pembelajaran dan Asesmen


PRINSIP PEMBELAJARAN

a. Pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan:

  • Mendeteksi kesiapan belajar peserta didik dan pencapaian sebelumnya.
  • Merancang tujuan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
  • Menyediakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan positif.

b. Pembelajaran untuk membangun kapasitas pembelajar sepanjang hayat:

  • Mendorong refleksi diri peserta didik.
  • Memberikan umpan balik untuk memfasilitasi pembelajaran yang berkelanjutan.
  • Menggunakan pertanyaan terbuka untuk membangkitkan pemikiran mendalam.
  • Memotivasi partisipasi aktif dan mandiri peserta didik.

c. Pembelajaran yang mendukung perkembangan kompetensi dan karakter holistik:

  • Menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi.
  • Merefleksikan sikap dan memberi keteladanan.
  • Menggunakan profil pelajar Pancasila dalam memberikan umpan balik.

d. Pembelajaran yang relevan sesuai konteks, lingkungan, dan budaya:

  • Mengaitkan pembelajaran dengan dunia nyata, lingkungan, dan budaya peserta didik.
  • Merancang pembelajaran interaktif untuk memfasilitasi interaksi yang produktif.
  • Melibatkan masyarakat dan orang tua sebagai mitra pembelajaran.

e. Pembelajaran berorientasi pada masa depan berkelanjutan:

  • Mengintegrasikan kehidupan keberlanjutan dalam kegiatan pembelajaran.
  • Mendorong kesadaran peserta didik terhadap peran mereka dalam masa depan.
  • Memanfaatkan projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk membangun karakter dan kompetensi.

PRINSIP ASESMEN

a. Asesmen sebagai bagian terpadu dari proses pembelajaran:

  • Pendidik menggunakan asesmen awal untuk merancang pembelajaran.
  • Merencanakan pembelajaran dengan memberikan umpan balik yang membangun.
  • Melibatkan peserta didik dalam asesmen dan refleksi diri.
  • Merancang asesmen untuk meningkatkan kompetensi.

b. Asesmen dirancang sesuai fungsi dan tujuan:

  • Pendidik merencanakan asesmen dengan tujuan pembelajaran yang jelas.
  • Menggunakan beragam teknik asesmen sesuai fungsi (formatif dan sumatif).

c. Asesmen yang adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya:

  • Memberikan cukup waktu untuk proses asesmen yang terintegrasi dengan pembelajaran.
  • Menyampaikan kriteria sukses kepada peserta didik.
  • Kolaborasi dalam merancang asesmen yang sesuai.

d. Laporan kemajuan belajar yang sederhana dan informatif:

  • Menyusun laporan kemajuan belajar yang ringkas dan informatif.
  • Memberikan umpan balik berkala kepada peserta didik dan orang tua.

e. Pemanfaatan hasil asesmen untuk refleksi dan peningkatan mutu pembelajaran:

  • Memberikan waktu untuk refleksi terhadap hasil asesmen.
  • Menggunakan hasil asesmen sebagai bahan diskusi untuk peningkatan.
  • Memberikan umpan balik dan mendiskusikan tindak lanjut bersama peserta didik dan orang tua.

Minggu, 30 Juni 2024

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) dan Kompetensi Soasial dan Emosional (KSE)

Dibuat pada: 30 Juni 2024, salinan dari :
https://www.imrantululi.net/read/40/pembelajaran-sosial-dan-emosional-pse-dan-kompetensi-soasial-dan-emosional-kse#google_vignette

 

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) dan Kompetensi Soasial dan Emosional (KSE)

Dalam penelitian tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional:

  • Guru yang memiliki kompetensi sosial dan emosional yang baik lebih efektif dan cenderung lebih resilien/tangguh dan merasa nyaman di kelas  karena mereka dapat bekerja lebih baik dengan murid.
  • Adanya keterkaitan antara kecakapan sosial dan emosional yang diukur ketika TK dan hasil ketika dewasa di bidang pendidikan, pekerjaan, pelanggaran hukum, dan kesehatan mental.


Pembahasan ini sejalan dengan peran pendidik menurut Ki Hajar Dewantara: sebagai penuntun potensi anak agar mencapai kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya. Pendidik harus merancang pengalaman belajar yang bermakna untuk menumbuhkan motivasi dan perhatian murid.

Pendidikan holistik memberikan murid kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengaktualisasikan potensi mereka. Kesadaran akan pentingnya pendidikan holistik telah ada sejak lama, dengan teori Kecerdasan Emosi dari Daniel Goleman yang menginspirasi pengembangan CASEL pada tahun 1995. CASEL mengembangkan Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) untuk mendorong perkembangan positif anak melalui program terkoordinasi dalam komunitas sekolah.

Manfaat penerapan PSE meliputi:

1. Peningkatan prestasi akademik.

2. Pengurangan perilaku negatif.

3. Peningkatan keterampilan sosial dan emosional.

4. Sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Secara lengkap, hasil penelitian tentang manfaat penerapan pembelajaran sosial dan emosional adalah sebagai berikut:

-
Gambar 1. Hasil Pencapaian Penerapan Pembelajaran Sosial dan Emosional

Diagram hasil di atas menunjukkan urgensi PSE, yaitu:

  1. Peningkatan kompetensi sosial dan emosional.
  2. Penciptaan lingkungan belajar yang lebih positif.
  3. Peningkatan sikap positif dan toleransi murid terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekolah.
  4. Peningkatan pencapaian akademik.

PSE memberikan dasar yang kuat bagi kesuksesan murid di berbagai aspek kehidupan, termasuk kesejahteraan psikologis (well-being).

Apa itu Well-being?

Well-being adalah kondisi individu yang nyaman, sehat, dan bahagia. Ini mencakup sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain, kemampuan mengatur perilaku, memenuhi kebutuhan, mengelola lingkungan, memiliki tujuan hidup, dan mengembangkan diri.

Noble dan McGrath (2016) menyebutkan well-being murid yang optimal ditandai dengan:

  1. Sikap dan suasana hati positif.
  2. Relasi positif dengan murid dan guru.
  3. Resiliensi.
  4. Optimalisasi diri.
  5. Kepuasan tinggi terhadap pengalaman belajar.

Definisi Pembelajaran Sosial dan Emosional

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah

Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional agar dapat: 

  1. Memahami, menghayati, dan  mengelola emosi  (kesadaran diri)
  2. Menetapkan dan mencapai tujuan positif  (pengelolaan diri)
  3. Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)
  4. Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan berelasi)
  5. Membuat keputusan yang bertanggung jawab. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)

Gambar 2 menjelaskan kerangka CASEL untuk pembelajaran kompetensi sosial dan emosional, yang meliputi:

  1. Penciptaan lingkungan belajar yang terkoordinasi untuk meningkatkan pembelajaran akademik, sosial, dan emosional.
  2. Kemitraan sekolah, keluarga, dan komunitas untuk membentuk lingkungan yang saling mempercayai dan berkolaborasi.
  3. Kurikulum dan pembelajaran yang jelas serta bermakna, dengan evaluasi berkala.

Gambar 2. Pembelajaran Sosial Emosional Kolaboratif Seluruh Komunitas Sekolah CASEL


Kerangka Kompetensi Sosial Emosional (CASEL)

Kerangka Kompetensi Sosial dan Emosional (CASEL)

Definisi

Contoh

Kesadaran Diri:

kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan.

  • Dapat menggabungkan identitas pribadi dan identitas sosial
  • Mengidentifikasi  kekuatan/aset diri dan budaya
  • Mengidentifikasi emosi-emosi dalam diri
  • Menunjukkan integritas dan kejujuran
  • Dapat menghubungkan perasaan, pikiran, dan nilai-nilai
  • Menguji dan mempertimbangkan prasangka dan bias
  • Memupuk efikasi diri
  • Memiliki pola pikir bertumbuh
  • Mengembangkan minat dan menetapkan arah tujuan hidup

Manajemen Diri: kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi

  • Mengelola emosi diri
  • Mengidentifikasi dan menggunakan strategi-strategi pengelolaan stres
  • Menunjukkan disiplin dan motivasi diri
  • Merancang tujuan pribadi dan bersama
  • Menggunakan keterampilan merancang dan mengorganisir
  • Memperlihatkan keberanian untuk mengambil inisiatif
  • Mendemonstrasikan kendali diri dan dalam kelompok

Kesadaran Sosial: kemampuan untuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbeda-beda

  • Mempertimbangkan pandangan/pemikiran orang lain
  • Mengakui kemampuan/kekuatan orang lain
  • Mendemonstrasikan empati dan rasa welas kasih
  • Menunjukkan kepedulian atas perasaan orang lain
  • Memahami dan mengekspresikan rasa syukur
  • Mengidentifikasi ragam norma sosial, termasuk dengan norma-norma yang menunjukkan ketidakadilan

Keterampilan Berelasi: kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif

  • Berkomunikasi dengan efektif
  • Mengembangkan relasi/hubungan positif
  • Memperlihatkan kompetensi kebudayaan
  • Mempraktikkan kerjasama tim dan pemecahan masalah secara kolaboratif
  • Dapat melawan tekanan sosial yang negatif
  • Menunjukkan sikap kepemimpinan dalam kelompok
  • Mencari dan menawarkan bantuan apabila membutuhkan
  • Turut membela hak-hak orang lain

Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab: kemampuan untuk mengambil pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkan standar-standar etis dan rasa aman, dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam-macam tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, masyarakat, dan kelompok

  • Menunjukkan rasa ingin tahu dan keterbukaan pikiran
  • Mengidentifikasi/mengenal solusi dari masalah pribadi dan sosial
  • Berlatih membuat keputusan beralasan/masuk akal, setelah menganalisis informasi, data, dan fakta
  • Mengantisipasi dan mengevaluasi konsekuensi-konsekuensi dari tindakannya
  • Menyadari bahwa keterampilan berpikir kritis sangat berguna baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah
  • Merefleksikan peran seseorang dalam memperkenalkan kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, keluarga, dan komunitas
  • Mengevaluasi dampak/pengaruh dari seseorang, hubungan interpersonal, komunitas, dan kelembagaan

Jika kita analisis lebih lanjut,  5 Kompetensi Sosial dan Emosional yang telah kita bahas berhubungan erat dengan  6 (enam) dimensi  Profil Pelajar Pancasila.  Sebagai contoh,  ketika seorang murid perlu mengeluarkan ide yang baru dan orisinil untuk memecahkan masalah  (dimensi kreatif)  diperlukan juga kemampuan bernalar kritis  untuk melihat permasalahan yang ada. Dalam situasi tersebut, murid tersebut menerapkan kesadaran diri dan manajemen diri. 

Selanjutnya, solusi yang dihasilkannya juga perlu mempertimbangkan akhlak kepada makhluk hidup lain yang dapat dimunculkan dari dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Dalam situasi tersebut, ia menerapkan KSE kesadaran sosial dan keterampilan berelasi. Dalam mewujudkan solusinya, ia pun perlu melibatkan orang lain dengan tetap menghargai keragaman latar belakang yang dimiliki (dimensi gotong royong dan berkebhinekaan global). Dalam tahap ini, ia menerapkan KSE kesadaran sosial, keterampilan relasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.


Kaitan dengan Standar Nasional Pendidikan 

Pembelajaran Sosial dan Emosional berupaya menciptakan lingkungan dan pengalaman belajar yang menumbuhkan  5 kompetensi sosial dan emosional yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. 

Pembelajaran  5 KSE tersebut akan dapat  menghasilkan murid-murid  yang berkarakter, disiplin, santun, jujur, peduli, responsif, proaktif, mendorong anak untuk memiliki rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan humaniora.  Semua ini selaras dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi dalam Standar Nasional Pendidikan.

Kegiatan Kompetensi Sosial Emosional

1. Melibatkan murid dalam membuat keyakinan kelas atau peraturan sekolah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman

KSE:

  • Kesadaran diri: Murid memberikan nilai yang diyakininya berkaitan dengan lingkungan kelas dan sekolah.
  • Kesadaran sosial: Murid mempertimbangkan pendapat temannya.
  • Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab: Belajar membuat keputusan yang beralasan berdasarkan logika setelah menganalisis informasi.


Kesadaran Penuh (mindfulness) sebagai dasar penguatan 5 (lima) Kompetensi Sosial dan Emosional

Setelah kita sudah membahas Lima Kompetensi Sosial dan Emosional. Selanjutnya kita akan membahas tentang kesadaran penuh (mindfulness).  Pentingnya melatih perhatian murid-murid sebagai kelanjutan dari Pembelajaran Sosial dan Emosional dikemukakan oleh Daniel Goleman, co-founder CASEL pada tahun 2017 dalam (https://compassion.emory.edu/SEE-learning.pdf, p.3-4):  

Attention is a fundamental skill that impacts all aspects of learning, yet it has been largely neglected as an explicit focus for education. Because it is such an essential element of helping children better manage their inner worlds and enhance learning, training in attention seems an obvious next step for SEL” 

Goleman melihat kebutuhan mendasar untuk membantu anak-anak dalam mengelola dirinya dan meningkatkan pembelajaran.   Melatih kemampuan memperhatikan  adalah kelanjutan nyata yang harus dilakukan dalam Pembelajaran Sosial dan Emosional.

Mindfulness adalah ketika kita fokus pada kegiatan yang sedang dilakukan, seperti menonton film, mendengarkan, mengobservasi, mengajar, atau membaca, dengan rasa ingin tahu dan penghargaan.

Pada saat kita mengarahkan sepenuhnya perhatian pada kegiatan yang sedang dilakukan, seperti menonton film, menyimak apa yang sedang dibicarakan, mengobservasi sekeliling kita, mengajar di kelas, mendengar penyampaian informasi dalam pertemuan guru, bahkan membaca modul ini, dan memunculkan rasa ingin tahu apa adanya dengan rasa penghargaan - contoh  praktik kesadaran penuh (mindfulness).

Prinsip Kesadaran Penuh (Mindfulness)

Kondisi tidak mengenakkandapat menjadi pemicu munculnya emosi tidak nyaman seperti frustasi, marah, kuatir dan berbagai campuran emosi lainnya yang mungkin tidak dapat kita identifikasi. Emosi-emosi tidak nyaman ini dapat mempengaruhi diri kita secara sadar dan tidak sadar. Penting bagi kita untuk  mengambil jeda, menyadari emosi yang tidak nyaman agar tidak membelenggu kita  dalam memandang dan merespon orang lain, baik  dalam sebuah interaksi, pekerjaan, hingga pada keputusan-keputusan hidup yang diambil

Peran praktik kesadaran penuh (mindfulness)  dapat membantu Anda dalam menyikapi, memproses, dan merespon permasalahan yang dihadapi untuk fokus pada situasi saat ini - bukan pada kekhawatiran akan masa yang akan datang ataupun penyesalan akan masa yang telah berlalu.

Kesadaran penuh itu sendiri dapat diartikan sebagai kesadaran yang muncul ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja/sadar pada kondisi saat sekarang. 

Peran praktik kesadaran penuh (mindfulness) akan sangat terlihat disini. Akan tetapi, perlu diingat bahwa praktik kesadaran penuh (mindfulness) bukan sebagai solusi pemecahan masalah, melainkan praktik yang membantu Anda dalam menyikapi, memproses, dan merespon permasalahan yang dihadapi untuk fokus pada situasi saat ini - bukan pada kekhawatiran akan masa yang akan datang ataupun penyesalan yang lalu

Pada prinsipnya praktik kesadaran penuh merupakan segala aktivitas yang kita lakukan secara sadar. Apapun bentuk aktivitasnya - yang ditekankan adalah perhatian yang diberikan saat melakukan aktivitas tersebut. Praktik paling mendasar dan sederhana adalah melatih dan menyadari napas.

New image

 





.

Selain itu, ada beberapa teknik lain yang dapat disesuaikan dengan kebiasaan dan hobi Anda, seperti:

New image

Sumber: https://bit.ly/gambarmindfulnessatschool

Praktik Kesadaran Penuh Memperkuat 5 Kompetensi Sosial Emosional (KSE)

Ketika mengimplementasikan kompetensi kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, praktik kesadaran penuh menjadi fondasi. Ini membantu fokus pada saat ini, mengenali dan menerima emosi, perasaan, dan pikiran tanpa penilaian. Selanjutnya, pengelolaan emosi yang baik menumbuhkan empati dan pemahaman yang netral terhadap orang lain dan situasi, memperkuat kompetensi kesadaran sosial dan keterampilan berelasi.

Saat mengambil keputusan, kesadaran penuh membantu mempertimbangkan nilai moral dan etika, serta konsekuensinya, sehingga meningkatkan tanggung jawab atas keputusan yang dibuat. Ini membantu individu lebih terhubung dengan diri dan orang lain, serta lebih responsif dalam hubungan interpersonal dan pengambilan keputusan.

New image

Gambar 5 menunjukkan kerangka PSE berbasis kesadaran penuh untuk mencapai kesejahteraan psikologis (adaptasi piramida K-For-Catanese, Hawkins, 2017). Penerapan yang terhubung, terkoordinasi, aktif, fokus, dan eksplisit mendukung kesejahteraan psikologis di ekosistem sekolah.
 

Implementasi pembelajaran sosial dan emosional di kelas dan sekolah

Indikator penerapan KSE 

Tabel D. Indikator Penerapan Pembelajaran Sosial dan Emosional

KELAS

Pengajaran Eksplisit: Murid memiliki kesempatan untuk menumbuhkan, melatih, dan merefleksikan kompetensi sosial dan emosional sesuai dengan perkembangan budaya.

Pembelajaran Akademik Terintegrasi KSE: Tujuan KSE diintegrasikan ke dalam konten dan strategi pembelajaran di berbagai mata pelajaran, seperti akademik, musik, seni, dan pendidikan jasmani.

Pelibatan dan Suara Murid: Seluruh warga sekolah menghormati dan meningkatkan perspektif serta pengalaman murid, melibatkan mereka sebagai pemimpin, pemecah masalah, dan pembuat keputusan. 

SEKOLAH

Iklim Kelas dan Sekolah yang Mendukung: Lingkungan belajar mendukung pengembangan kompetensi sosial dan emosional, responsif secara budaya, serta fokus pada hubungan dan komunitas.

Fokus pada KSE Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan memiliki kesempatan rutin untuk mengembangkan kompetensi sosial, emosional, dan budaya mereka, serta membangun hubungan saling percaya dan komunitas erat.

Kebijakan yang Mendukung: Kebijakan dan praktik disiplin yang jelas, restoratif, sesuai perkembangan anak, dan diterapkan secara adil.

Dukungan Terintegrasi yang Berkelanjutan: Pembelajaran sosial dan emosional terintegrasi dalam dukungan akademik dan perilaku untuk memenuhi semua kebutuhan murid.

KELUARGA & KOMUNITAS

Pelibatan Kemitraan dengan Orangtua: Keluarga dan tenaga kependidikan rutin berkolaborasi untuk mendukung perkembangan sosial, emosional, dan akademik murid.

Kemitraan dengan Komunitas: Pendidik, tenaga kependidikan, dan mitra masyarakat menyelaraskan istilah, strategi, dan komunikasi terkait KSE, termasuk kegiatan luar sekolah.

Sistem Peningkatan Berkelanjutan: Data implementasi dikumpulkan untuk memantau kemajuan dan meningkatkan sistem, praktik, dan kebijakan PSE dengan fokus pada kesetaraan.

Tabel di atas menunjukkan bahwa pembelajaran sosial dan emosional melibatkan kelas, sekolah, keluarga, dan komunitas, sesuai dengan prinsip Tri Sentra Ki Hajar Dewantara: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan psikologis murid.

Empat indikator utama pembelajaran sosial dan emosional di kelas dan sekolah:

  1. Pengajaran Eksplisit.
  2. Integrasi dalam Praktek Mengajar dan Kurikulum Akademik.
  3. Penciptaan Iklim Kelas dan Budaya Sekolah.
  4. Penguatan KSE Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).

Pengajaran Eksplisit

Pengajaran eksplisit PSE memastikan murid konsisten memiliki kesempatan untuk menumbuhkan, melatih, dan merefleksikan kompetensi sosial dan emosional dengan cara yang sesuai dan terbuka terhadap keragaman budaya. Ini bisa dilaksanakan melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta menggunakan proyek, acara, atau kegiatan sekolah rutin untuk mengajarkan KSE secara eksplisit.

Contoh RPP Kesadaran Diri:

Berikut adalah contoh RPP untuk menggambarkan pengajaran eksplisit dari 5 KSE. Silakan cermati dan berikan refleksi Anda setelah mempelajari RPP tersebut.

 
 
 Contoh RPP Manajemen diri
 
 
Contoh RPP Kesadaran Sosial
 
 
 Contoh RPP Keterampilan Berelasi
 
 
 Contoh RPP Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab
 
 

Integrasi KSE dalam Praktek Mengajar dan Kurikulum Akademik:

Untuk mengintegrasikan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) dalam praktik mengajar dan kurikulum akademik, tujuan KSE dapat diintegrasikan ke dalam konten pembelajaran dan strategi pada materi akademik, musik, seni, dan pendidikan jasmani.

Contoh RPP TK - SMP:

  1. Pembukaan Hangat:

    • Memberikan kesempatan pada murid untuk berbicara.
    • Mendengarkan aktif.
    • Memungkinkan interaksi.
    • Menciptakan rasa memiliki.
    • Menumbuhkan kompetensi sosial dan emosional.
  2. Kegiatan Inti:

    • Diskusi akademik.
    • Pembelajaran kooperatif.
    • Pembelajaran berbasis proyek.
    • Refleksi diri dan penilaian diri.
    • Pemberian suara dan pilihan.
  3. Penutupan Optimistik:

    • Refleksi.
    • Apresiasi.
    • Cara-cara positif untuk memperkuat pembelajaran.
Contoh RPP TK:

Contoh RPP SD

Contoh RPP SMP

 
Menciptakan Iklim Kelas dan Budaya Sekolah

    Implementasi pembelajaran sosial dan emosional mencakup menciptakan iklim kelas dan budaya sekolah. Salah satu cara untuk mengubah lingkungan sekolah adalah melalui praktik mengajar guru dan gaya interaksi mereka dengan murid, serta dengan mengubah peraturan dan harapan sekolah.

    Fokus pada kualitas relasi antara guru dan murid sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan positif. Kualitas relasi ini mencerminkan sikap saling percaya, yang dapat meningkatkan keterlibatan murid dalam pembelajaran dan memberikan mereka rasa aman untuk mengekspresikan diri. Lingkungan yang aman dan positif juga dapat diperkuat melalui kegiatan pembelajaran yang merangkul keberagaman, melibatkan murid, dan menumbuhkan optimisme.

    Menurut Sri Wahyaningsih, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman adalah yang membangun persepsi bahwa setiap individu memiliki potensi yang unik dan orang lain adalah mitra, bukan pesaing. Hal ini mendorong kolaborasi antara murid, guru, dan orang tua.

Video contoh penerapan indikator PSE

 

Kaitan dengan Standar Nasional Pendidikan

Implementasi pembelajaran sosial dan emosional  selaras dengan Standar Proses  dalam SNP kita. Integrasikan 5 KSE dalam pengajaran eksplisit maupun integrasi dalam konten dan strategi pembelajaran terkait dengan perencanaan proses dan  pelaksanaan proses pembelajaran. Refleksi  yang dilakukan guru maupun murid  mendorong proses penilaian hasil belajar dan pengawasan proses pembelajaran.

Penguatan Kompetensi Sosial dan Emosional Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di Sekolah

Untuk memperkuat pembelajaran sosial emosional bagi pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, langkah-langkah berikut dapat dilakukan:

  1. Memodelkan (Menjadi Teladan):

    • Mendukung pendidik dan tenaga kependidikan dalam menunjukkan kompetensi sosial emosional dalam semua interaksi.
    • Menciptakan budaya apresiasi dan menunjukkan kepedulian dalam komunitas sekolah.
  2. Belajar:

    • Refleksi pribadi tentang kompetensi sosial emosional dan pengembangan kapasitas untuk mengimplementasikannya.
    • Berkolaborasi dengan rekan kerja untuk belajar dan mengatasi bias serta memahami tahapan perkembangan murid.
  3. Berkolaborasi:

    • Membentuk komunitas pembelajaran profesional atau program pendampingan untuk kolaborasi dan pengembangan strategi promosi KSE.
    • Integrasi kompetensi sosial emosional dalam rapat guru dan struktur komunitas belajar.

Dengan melakukan langkah-langkah ini, pendidik dan tenaga kependidikan dapat memperkuat kompetensi sosial dan emosional mereka serta mendukung pembelajaran sosial emosional yang holistik di sekolah.



Kaitan dengan Standar Nasional Pendidikan

Penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga kependidikan selaras dengan Standar Kompetensi  Pedagogik, Kepribadian dan Sosial Guru. Guru mendapatkan penguatan  untuk  menguasai karakteristik peserta didik dari aspek  sosial, kultural emosional, serta menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, arif dan dewasa.

Download Contoh RPP yang mengintegrasikan Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) UNDUH DISINI

Sumber: LMS PGP A9